Medaq Api
Medaq Api adalah salah satu tradisi yang ada di Lombok, yang bertujuan sebagai perayaan atas kelahiran anak dalam suatu keluarga yang di tandai dengan di lemparkan uang recehan ke tanah (juretan kepeng) kemudian warga berebutan mengambilnya dan juga sekaligus memberi nama anak yang telah lahir. Hal ini harus di lakukan dengan orang yang ahli atau biasa disebut Dukun Beranak. Tidak sembarang orang yang bisa melakukan tradisi ini.
Medaq Api dilakukan saat tali pusar bayi sudah terputus biasanya setelah 7hari-9hari setelah kelahiran dan di laksanakan pada pagi hari pukul 06.00-07.00 untuk bayi perempuan sedangkan untuk bayi laki-laki bisa di atas pukul 07.00 pagi.
Keluarga yang melakukan tradisi Medaq Api ini harus menyiapkan berbagai macam peralatan, seperti kopiah (bayi laki-laki) mukenah (bayi perempuan) atau peralatan solat yang lainnya, Al-Qur'an, buku, bolpoin, sapu lidi, gunting, pisau,benang hitam dan benang putih, rampe, dan uang logam, kelapa, dan kulit kelapa, beras kuning.
Masyarakat Lombok percaya bahwa jika peralatan seperti peralatan solat bayi itu kelak akan menjadi anak yang soleh dan solehah, dengan adanya buku bolpoin maka akan menjadi anak yang pintar, sesangkan sapu lidi agar anak menjadi rajin, dan pisau untuk menjadikan anak bisa memasak.
Dukun Beranak sebelum melakukan Juretan Kepeng biasanya mengelilingi bayi dengan peralatan-peralatan tersebut sebanyak 9 kali di atas asap kulit kelapa yang sudah di bakar dan membacakan doa. Setelah itu Dukun Beranak melemparkan uang logam yang sudah di campuri dengan beras kuning dan rampe kepada warga yang sudah berkumpul di depan rumah. Juretan kepeng ini paling di tunggu oleh warga karena mereka rebutan uang logam yang di lemparkan Dukun Beranak. Setelah Rujetan Kepeng Dukun Beranak memberi tahu kepada warga nama bayi.
Medaq Api dilakukan saat tali pusar bayi sudah terputus biasanya setelah 7hari-9hari setelah kelahiran dan di laksanakan pada pagi hari pukul 06.00-07.00 untuk bayi perempuan sedangkan untuk bayi laki-laki bisa di atas pukul 07.00 pagi.
Keluarga yang melakukan tradisi Medaq Api ini harus menyiapkan berbagai macam peralatan, seperti kopiah (bayi laki-laki) mukenah (bayi perempuan) atau peralatan solat yang lainnya, Al-Qur'an, buku, bolpoin, sapu lidi, gunting, pisau,benang hitam dan benang putih, rampe, dan uang logam, kelapa, dan kulit kelapa, beras kuning.
Masyarakat Lombok percaya bahwa jika peralatan seperti peralatan solat bayi itu kelak akan menjadi anak yang soleh dan solehah, dengan adanya buku bolpoin maka akan menjadi anak yang pintar, sesangkan sapu lidi agar anak menjadi rajin, dan pisau untuk menjadikan anak bisa memasak.
Dukun Beranak sebelum melakukan Juretan Kepeng biasanya mengelilingi bayi dengan peralatan-peralatan tersebut sebanyak 9 kali di atas asap kulit kelapa yang sudah di bakar dan membacakan doa. Setelah itu Dukun Beranak melemparkan uang logam yang sudah di campuri dengan beras kuning dan rampe kepada warga yang sudah berkumpul di depan rumah. Juretan kepeng ini paling di tunggu oleh warga karena mereka rebutan uang logam yang di lemparkan Dukun Beranak. Setelah Rujetan Kepeng Dukun Beranak memberi tahu kepada warga nama bayi.
Medak api harus dilakuin stlah tali pusat putus, 7-9hri stelah kelahiran. Harus pda hari itu, ato boleh lebih?! 😁
BalasHapusMedaq api dilakukan setelah tali pusar bayi terputus. Jadinya tergantung kapan tali pusar bayi terputus baru bisa melakukan medaq api😊
HapusOooh bgitu yaaa hehe
HapusMaksih infonya. Sangat bermanfaat 🤗
Medak api juga dapat diistilahkan seperti hujan uang😂
BalasHapusMedaq api sama seperti upcara salama loko (upacara 7bln kehamilan)
BalasHapusSalama loko? Apa itu bahasa bima??
HapusSaya paling suka saat juretan kepengurusan😂
BalasHapusmedaq api acara yg paling di tunggu-tunggu orang tua dan anak kecil untuk mendapatkan uang yg dilemparkan setelah proses acaranya selesai 😀😁😃
BalasHapusSepertinya kakak ahli dalam bidang juretan kepeng😁
HapusMedak api juga makan makan😁
BalasHapusMantap👍
Hapus👍👍👍
BalasHapusbudaya yang sangat menarik bagi saya dan semoga bermanfaat
BalasHapusWooow... menarik sekali
BalasHapusMelempar uang receh dilakukan tidak hanya pada tradisi medaq api tetapi juga tradisi ngurisan.
BalasHapusiya benar sekali ning..
HapusSangat bermamfaat👍👍👍
BalasHapusalhamdulillah mba jika postingan saya sangat bermanfaat. terimakasih untuk sudah mampir di blog saya :)
Hapustradisi yang sangat unik
BalasHapusapakah saat iini masih dilestarikan?
BalasHapuskebetulan di bertais masih ada san..
HapusSangat menarik...sungguh tradisi yg tiada habis untuk dibahas...
BalasHapusKereen mbak😉😉👍👍
BalasHapusWhat’s mada api mean? Could you explains me?
BalasHapusMenambah wawasan
BalasHapusAlhamdulillah, semoga bermanfaat😊
HapusKebudayaan yang sangat unik dan menarik semoga tetap bisa dipertahankan.
BalasHapusPostingannya sangat bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang berbagai kebudayaan yang ada.
BalasHapusSangat bermanfaat bagi kami orang dari luar pulau lombok. Jadi nambah wawasan tntang kebudayaan suku sasak. Semoga dapat selalu di pertahankan
BalasHapus